Ujian Nasional, Akhir Dari Perjalanan Keberhasilan Atau Kegagalan Siswa

Riaisy Blog |Setiap sehari setelah ujian nasional berakhir, selalu kita lihat sebuah pemandangan yang sangat kontras dan jauh dengan kata pantas. Banyak para siswa yang berselebrasi menyelesaikan ujian nasional dengan mencorat- coret seragam sekolahnya, berkonvoi beramai- ramai dijalan raya tanpa menjaga keselamatan diri maupun orang lain. Setiap tahun terus berulang terus, apa yang dilakukan oleh siswa tersebut akan juga dilakukan oleh adik kelas siswa dan demikian berulang terus setiap tahun. Saya yakin tidak ada satu institusi pendidikan manapun yang membolehkan perlakuan seperti ini bahkan segala himbauan dan tindakan persuasif dari sekolah maupun dari pihak terkait tidak membuahkan hasil. Memang tidak semua siswa berperilaku hura hura dan foya foya seperti ini, namun secara kuantitas, masih banyak jumlah siswa yang tidak memperdulikannya.

Pertanyaan besar: apakah siswa menyadari bahwa tindakan yang ia lakukan jauh dari kepantasan ?, pasti jawabnya adalah ikut-ikutan, karena diajak, seumur hidup hanya sekali dan sebagainya. tak sedikitpun ada dalam diri mereka melakukan selebrasi keberhasilan dengan cara bersyukur, menyumbangkan pakaian mereka untuk yang membutuhkan, bersedekah , dan lain lain yang jauh lebih mudah untuk dilakukan dan membawa makna yang luar biasa bagi diri mereka. Saya yakin akibat dari jiwa yang masih labil dan ingin selalu mencari hal hal baru, menjadi salah satu penyebab mengapa perilaku seperti ini selalu saja terulang. Disamping itu ketiadaan kerjasama seluruh elemen terkait untuk benar benar menghapus perilaku hura hura dalam merayakan selesainya ujian nasional, juga menjadi penyebab selalu menyepelekan himbauan dari sekolah.

Dalam kurikulum pendidikan, terselip pendidikan berkarakter yang diharapkan diakhir pembelajaran siswa akan berperilaku lebih baik dan pantas daripada sebelumnya. Jika perilaku mencorat - coret seragam sekolah terus berlanjut , tanpa ada kesadaran dari siswa sendiri yng notabeneya sudah mendapatkan pendidikan karakter dari sekolah, apakah dikatakan siswa telah gagal ? bagi saya walaupun mendapatkan nilai akademik bagus tetapi jika perilakunya tetap tidak berubah maka inilah kegagalan mereka untuk terjun di masyarakat. Mungkin dalam hal karir berhasil tetapi ketika sudah terjun ke masyarakat bisa jadi akan menjadi sampah masyarakat jika sekali lagi tidak ada peringatan, tindakan, bimbingan atau apapun namanya yang dilakukan oleh orang oranag terdekat maupun masyarakat itu sendiri.

Ingat mencorat coret seragam sekolah bukanlah perlaku pantas, bahkan bagi sebagian masyarakai menganggap sebuah perilaku berpotensi kriminal. Sudah saatnya semua pihak bergerak, bergandeng tangan menuntaskan perilaku menyimpang para siswa kita ini. Semoga.









BACA JUGA

2 Responses to "Ujian Nasional, Akhir Dari Perjalanan Keberhasilan Atau Kegagalan Siswa"

Disclaimer : Silahkan berkomentar dibawah dengan bijak. Komentar dengan meletakkan link aktif atau keyword p*rn* akan dihapus