9 Cara Mudah Menandai Anak Berbohong

Cara Mudah Menandai Anak Berbohong. Berbohong, sifat buruk harus kita jauhkan dari anak anak. Apapaun alasannya berbohong tidak dibolehkan karena akan menularkan sifat buruk yang lain. Yang lebih parah, kebiasaan berbohong bisa tidak disadari oleh anak jika hal ini dilakukan terus menerus tanpa ada peringatan dan pendidikan dalam keluarga.

Memberi contoh untuk tidak berbohong dan jujur apapun pahitnya adalah solusi agar anak mau mengungkapkan permasalahannya sendiri, Komunikasi yang terus dijalin dengan anak tanpa ada yang ditutupi akan membuat anak juga akan terbuka dengan permasalahan pribadinya.

Nah, walaupun demikian berbohong tetap harus diwaspadai agar anak tetap berperilaku jujur. Berikut adalah cara menandai anak lagi berbohong :

9 Cara Mudah Menandai Anak Berbohong

1. Kontak mata


Anak yang berbohong tak akan melakukan kontak mata dengan Anda atau mereka terlalu banyak kontak mata.  Jika anak berbohong, mereka mungkin merasa Anda mengamatinya dan mereka melihat ke lantai atau jauh dari mata Anda. .

2. Bahasa tubuh aneh



Anak yang berbohong sering kali gelisah, berpaling dari orang yang berbicara dengannya, sedikit tersenyum, dan terjadi perubahan nada suara. Mereka mungkin menyilangkan tangan mereka atau mencoba untuk tak mengungkapkan terlalu banyak informasi.

Kadang-kadang anak sangat gelisah berlebihan ketika mereka berbohong. Mereka bisa gelisah dengan bagian tubuh atau sentuhan di bagian wajahnya, telinga, hidung atau bermain dengan benda yang ada di tangannya.

3. Memberi informasi tambahan


Anak tampaknya berpikir dengan menghiasi kisah mereka agar lebih dipercaya. Namun yang terjadi anak cenderung membuat cerita yang lebih rumit dan kulit dipercaya. Semakin rumit cerita, semakin besar kemungkinan ceritanya tak mendekati kebenaran.

4. Seorang pembohong akan bersikap defensif


Pembohong akan melakukan segala cara untuk mengalihkan perhatian Anda dan ahkan anak Anda akan memarahi Anda jika merasa tertekan. Hal ini akan terjadi jika Anda mencoba berbicara dengan seseorang dan mereka mencoba mengubah topik pembicaraan atau memindahkan percakapan ke arah berbeda.

5.Berlebihan


Jika anak  berbohong, Ia cenderung `mempercantik` rincian cerita sambil menghindari orang-orang penting. Rincian yang berlebihan membuat pembohong merasa lebih baik, tapi orang yang mendengar kebohongan merasa ada sesuatu yang salah.

Ini bisa membuat lebih mudah mengetahui seseorang anak berbohong karena Anda bisa menuliskan cerita yang diberitahunya ke Anda, kemudian bertanya lagi di kemudian hari untuk mengetahuia apakah masih sama ceritanya.

6. Perhatikan gerakan matanya


Jika anak mengingat sesuatu, Ia cenderung menggerakkan matanya dari kiri ke kanan. Tapi, jika ia melakukan sesuatu, mata bergerak dari atas ke kanan. Ketika anak berbohong matanya berkedip dengan cepat.Kelopak mata juga cenderung menutup sedikit lebih lama ketimbang kedipan normal jika seseorang mendengar sesuatu atai melihat sesuatu yang mereka suka.

7. Berkeringat


Beberapa anak yang berbohong lebih banyak keringatnya. Keringat merupakan salah satu penanda tes poligraf tapi bukan indikasi orang berbohong.

Beberapa orang keringatnya banyak ketika gugup atau malu. Berkeringat dan memerah, gemetar, sulit menelan bisa menjadi indikasi yang lebih jelas bahwa anak berbohong.

8. Ekspresi


Anak yang berbohong senyumnya bisa berlangsung selama lima detik atau cemas dalam waktu yang sama. Ini ekspresi yang terkadang diperhatikan orang dan ia cenderung tahu bahwa anak itu berbohong.

Banyak orang cenderung menggunakan insting untuk mengetahui kebohongan dan ini sebagai akibat dari ekspresi dalam percakapan.


9. Minta pembohong cerita lagi


Jika cerita itu sulit diingat pada pertama kali dia cerita, mintalah ia bercerita lagi seperti yang pertama kali. Anda mungkin akan melihat anak itu merasa sangat tak nyaman dan cemas dengan apa yang dikatakan.

Demikian 9 Cara Mudah Menandai Anak Berbohong, semoga bermanfaat
BACA JUGA

2 Responses to "9 Cara Mudah Menandai Anak Berbohong"

  1. wah artikelnya bermanfaat banget nih buat orang tua yang terbilang masih baru dalam rumah tangga. Kalo saya mah biasanya tau karna dari ekspresi dan kata2nya berlebihan saat ditanya :D

    BalasHapus
  2. Cocok untuk orang tua yang punya anak remaja,biasanya anak remaja sering bohong contohnya saya dulu hehehhe

    BalasHapus

Disclaimer : Silahkan berkomentar dibawah dengan bijak. Komentar dengan meletakkan link aktif atau keyword p*rn* akan dihapus