Khasiat Daun Dan Batang Muda Bandotan Untuk Mengobati Bengkak Bisul Borok Eksim Luka Berdarah Radang Telinga Diphteri Sakit Tenggorokan

Khasiat Daun Dan Batang Muda Bandotan Untuk Mengobati Bengkak Bisul Borok Eksim Luka Berdarah Radang Telinga Diphteri Sakit Tenggorokan

RIAISY BIT | Tanaman bandotan (Ageratum condyzoides L.) adalah sejenis rerumputan yang tumbuh di sembarang tempat. Namun siapa sangka tanaman yang dianggap gulma dalam pertanian mempunyai khasiat berbagai macam pengobatan herbal. Mungkin namanya terdengar asing, tetapi Bandotan bukan hal asing dikalangan orang tua kita. Bandotan termasuk tanaman semusim, secara ilmiah ditemukan di Amerika tropis, khususnya Brasil. Tetapi di Indonesia, Bandotan bukan tanaman asing dan telah lama berkembang di tanah air. Ciri ciri tanaman bandotan diantaranya :
  1. Tanaman bandotan dikenal berbau keras atau menyengat, ciri batang tegak atau berbaring.
  2. Ciri akar terlihat pada bagian yang menyentuh tanah, sementara batang berambut jarang, sering bercabang.
  3. Ciri kuntum bunga majemuk yang terletak di ujung, tinggi tanaman mencapai 120 cm.
  4. Ciri daun Bandotan bertangkai 0.5 hingga 5 cm, daun berseling atau berhadapan, terutama pada di bagian bawah.
  5. Ciri helaian daun bundar telur hingga menyerupai belah ketupat. Pangkal daun seperti jantung, membulat atau meruncing, bagian ujung tumpul atau meruncing. Ciri tepi daun bergerigi, kedua permukaan berambut panjang dengan kelenjar di sisi bawah.
Bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, warnanya putih kebiruan. Panjang bonggol bunga 6-8 mm, dengan tangkai yang berambut. Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Bandotan dapat diperbanyak dengan biji. Bandotan berasal dari Amerika tropis. Di Indonesia, bandotan merupakan tumbuhan liar dan lebih dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma) di kebun dan di ladang. Tumbuhan ini, dapat ditemukan juga di pekarangan rumah, tepi jalan, tanggul, dan sekitar saluran air pada ketinggian 1-2.100 m di atas permukaan laut (dpl). Jika daunnya telah layu dan membusuk, tumbuhan ini akan mengeluarkan bau tidak enak.
 
Bandotan mempunyai banyak nama lainnya seperti Babandotan leutik (Sunda), Wedusan (jawa), Dus-bedusan (madura), sedangkan Orang melayu juga mempunyai nama sebutan rumput kerabu, rumput balam. Orang bule menyebutnya dengan  celestin, eupatoire blue, bastard agrimon atau billy goat weed. Sedangkan orang china menyebutnya dengan Sheng Hong Ji.

Bandotan mempunyai sedikit rasa pahit, pedas dan bersifat menetralkan. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam Bandotan diantaranya asam amino p-sitosterol, ageratochromene, friedelin, minyak terbang coumarin, potasium klorida, stigmasterol, organacid. Efek farmakologis bandotan, di antaranya penurun panas, menghilangkan racun (antitoksin), menghilangkan bengkak, menghentikan pendarahan, peluruh bald (hemenagog), stimulan, tonik, peluruh kencing, dan peluruh kentut.

 

Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya

Daun dan batang muda bandotan dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan beberapa penyakit berikut.

 

Bengkak, bisul, dan borok

Cuci bersih seluruh bagian tumbuhan bandotan segar secukupnya, tumbuk bersama nasi basi dan garam secukupnya.Tempelkan hasil tumbukan di tempat yang terkena bengkak, bisul, dan borok.

 

Eksim dan luka berdarah

Cuci bersih 1 pohon bandotan segar tanpa akar, lumatkan, lalu balurkan ke tempat yang sakit. Setelah merata, balut dengan kain atau perban. Lakukan 2 kali sehari dalam dosis yang sama dengan mengganti obat dan balutan. Pada saat penggantian, luka dicuci dengan air panas atau alkohol.

 

Radang telinga

Cuci bersih batang dan daun bandotan segar secukupnya, tumbuk, lalu peras. Teteskan air perasan pada telinga yang sakit sebanyak 1-2 tetes. Lakukan secara rutin 4 kali sehari.

 

Sakit tenggorokan dan radang selaput lendir pada batang tenggorokan (diphteri)

Cuci bersih 30-60 g daun segar, tumbuk halus, peras.Tambahkan gula batu • sudah dilarutkan secukupnya ke dalam air perasan. Minum air perasan yang diperoleh sekaligus habis. Lakukan secara rutin 3 kali sehari dengan cara yang sama.

Efek samping tanaman Bandotan 

Yang harus diingat, tanaman Bandotan memiliki racun yang tergolong jenis pestisida. Orang-orang Barat telah membuat insektisida dan nematisida dari ekstrak tanaman Bandotan. Karena tanaman ini mengandung Pyrrolizidine Alkaloid, senyawa yang diproduksi oleh tanaman sebagai mekanisme pertahanan terhadap herbivora serangga.
Pyrrolizidine Alkaloid tak jenuh bersifat hepatotoksik, yaitu merusak hati. Senyawa ini juga menyebabkan penyakit hati Veno-occlusive dan kanker hati, bersifat Tumorigenik atau penyebab Tumor. 
Dari penelitian ini, sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi herbal daun Bandotan. Meskipun banyak ditemukan manfaat tanaman bandotan untuk obat maag, perut, dan lainnya, tetapi manfaat daun Bandotan yang aman digunakan hanya sebatas obat luar saja.
BACA JUGA : Khasiat Asam Jawa Selain Jadi Bumbu Masak Bisa Juga Mengobati Batuk Bisul Borok Akibat Luka Gangguan Pencernaan Karang Gigi Diet Mencegah Rambut Rontok Radang Payudara Lebam Rematik Sariawan
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Disclaimer : Silahkan berkomentar dibawah dengan bijak. Komentar dengan meletakkan link aktif atau keyword p*rn* akan dihapus