17 Khasiat Luar Biasa Asparagus Dalam Mengobati Berbagai Panyakit Dan Menjaga Kesehatan

17 Khasiat Luar Biasa Asparagus Dalam Mengobati Berbagai Panyakit Dan Menjaga Kesehatan

RIAISY BIT |Manfaat asparagus untuk kesehatan meliputi kesehatan kardiovaskular, kesehatan dan kesuburan kandungan, mengurangi sindrom pra menstruasi, dan kesehatan tulang . Selain itu asparagus juga mampu mengobati kanker, diabetes, mabuk, rematik, TBC, depresi, penyakit neurodegeneratif, dan kejang kejang., mengurangi infeksi saluran kencing kolesterol darah dan kesehatan pencernaan.

Begitu banyak khasiatnya,maka pada ini Riaisy akan mengupas tuntas manfaatnya. Asparagus, yang nama ilmiah dikenal dengan sebutan Asparagus officinalis, termasuk dalam famili bunga lili dan berkhasiat karena sifat terapeutiknya. Asparagus berasal dari kata Yunani yang berarti 'tunas' dan sekitar 300 spesies yang berbeda tumbuh di seluruh dunia.

Ada spesies Asparagus warna putih, hijau, dan ungu. Asparagus putih tumbuh karena kurangnya sinar matahari sehingga kekurangan pigmen hijau, klorofil. Asparagus ungu penuh dengan fitokimia dan antosianin yang memberi warna unik pada sayuran.

Efek farmakologi obat tanaman ini berkhasiat mulai dari akarnya hingga pucuknya dan penggunaannya telah diuji dan terbukti dalam sistem pengobatan ilmiah dan tradisional seperti Siddha, Ayurveda, dan Unani.


Nutrisi yang terkandung dalam asparagus

Asparagus adalah sumber vitamin, mineral, dan protein penting seperti vitamin A, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin), vitamin B5 (asam pantotenat), vitamin B6, folat, vitamin C, vitamin E (alpha-tocopherol), dan vitamin K (phylloquinone).

Ramuan mineral yang tersimpan di dalamnya meliputi zat besi, kalsium, fosfor, magnesium, mangan, seng, selenium, dan potasium.

Asparagus mengandung jumlah kalori yang sangat rendah tanpa kolesterol dan juga rendah sodium. Selin itu asparagus juga sebagai sumber serat makanan yang kaya dan sangat penting bagi tubuh.

Manfaat Kesehatan dan Pengobatan Asparagus


1. Menjaga tingkat Homocysteine


Asparagus kaya akan vitamin B yang membantu menjaga tingkat homosistein sehat, yang diproduksi dalam darah ketika asam amino (metionin) rusak dalam tubuh. Vitamin B, terutama folat, B6, dan B12 memainkan peran kunci dalam mengubah homosistein menjadi sistein, yang kemudian diubah menjadi metionin sesuai siklus metilasi normal.

Kekurangan vitamin B dalam tubuh dapat meningkatkan kadar homosistein dan meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah, trombosis vena di mana pembekuan darah terjadi di pembuluh darah, aterosklerosis, dan gangguan jantung lainnya. Selain itu, vitamin B membantu menjaga tingkat gula darah yang sehat dengan memastikan metabolisme pati dan gula dalam tubuh.


2. Menjada Kesehatan Masa Kehamilan


Kandungan folat tinggi dalam  asparagus mengurangi kekurangan berat badan saat lahir dan cacat lahir . Folat sangat penting untuk pertumbuhan janin. Ini juga membantu mengurangi komplikasi edema atau retensi air di jaringan tubuh karena efek diuretiknya.

3. Meningkatkan Kesuburan


Akar asparagus racemosus sangat bermanfaat dalam terapi Ayurvedic dan dikenal sebagai Shatavari, yang berarti 'seseorang yang memiliki 100 suami'. Shatavari memiliki khasiat afrodisiak dan digunakan untuk mengatur hormon dan menyembuhkan kelainan seksual pria dan wanita. Dalam hal ini asparagus mempunyai sifat anti-kecemasan dan membantu dalam menyembuhkan kelemahan fisik dan mental pada vitalitas pria. Ini juga membantu dalam meningkatkan libido dan meningkatkan jumlah sperma dan motilitasnya. Pada wanita, asparagus telah terbukti efektif dalam mengobati sindrom menopause dan anemia. Shatavari telah dipercaya sebagai galactagogue dan juga dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI sambil meningkatkan nafsu makan wanita menyusui. Penelitian yang dilakukan pada hewan telah menunjukkan efek positif pada alat kelamin dan kelenjar susu pada subyek betina yang mengkonsumsi asparagus dalam jumlah cukup.


4. Meningkatkan Fungsi Pencernaan


Asparagus mengandung inulin nutrisi dalam jumlah signifikan, yang merupakan sejenis karbohidrat kompleks, yang biasa dikenal dengan prebiotik. Prebiotik tidak dicerna sampai mencapai usus besar, di mana prebiotik merupakan sejenis bakteri baik seperti lactobacilli. Inulin membantu peningkatan penyerapan nutrisi dan berkurangnya risiko kanker perut dan alergi.

Asparagus juga merupakan penyedia serat yang baik dan memiliki sifat pencahar yang membantu kelancaran fungsi perut, menjaga kembung dan konstipasi. Seiring dengan pencernaan yang sehat, serat juga membantu dalam menurunkan kadar kolesterol tubuh. Dianjurkan secara luas dalam terapi Ayurveda untuk keefektifannya dalam menyembuhkan diare, disentri, dan dispepsia, yang merupakan perasaan tidak nyaman perut termasuk perasaan terbakar atau sakit pusar yang terjadi selama atau setelah makan. Studi telah menunjukkan bahwa asparagus racemosus telah terbukti sama efektifnya dengan obat modern yang tersedia secara komersial dalam mengobati dispepsia.

5. Melawan Tumor


Asparagus racemosus, atau asparagus liar, mengandung beberapa jenis phytonutrisi yang dikenal sebagai saponin. Studi telah menunjukkan bahwa saponin yang diperoleh darinya memiliki sifat anti-kanker dan anti-inflamasi.

Seiring dengan efisiensi kemo-preventif, hal ini juga membantu meningkatkan kadar glutathione, senyawa antioksidan dan detoksifikasi. Selain juga membantu dalam pencegahan berbagai penyakit seperti HIV, AIDS, cystic fibrosis, penyakit Alzheimer, anemia, kanker, diabetes, dan berbagai gangguan jantung.


6. Pengontrol  Diabetes


Nutrisi anti-inflamasi terkandung didalam asparagus untuk membantu mengurangi risiko penyakit kesehatan kronis, termasuk diabetes tipe 2. Efek positif ini juga dikaitkan dengan adanya mineral chromium, yang berperan penting dalam mengatur kadar gula darah tubuh. Studi yang dilakukan dalam hal ini telah menunjukkan hasil yang signifikan dan telah terbukti membantu menjaga kadar gula darah, meningkatkan sekresi insulin, dan memberikan efek anti-diabetes.


7. Menyembuhkan Mabuk Alkohol


Ekstrak Asparagus mengandung asam amino esensial yang terbukti efektif dalam menyembuhkan mabuk. Mabuk mengacu pada efek fisiologis yang tidak menyenangkan yang disebabkan karena konsumsi minuman beralkohol yang melebihi kadar. Gejalanya meliputi cemas, kelelahan, dan gangguan perut seperti mual, muntah, dan dehidrasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa daun dan tunas asparagus mengandung sejumlah kandungan mineral anorganik yang baik, yang juga membantu perlindungan sel hati dari efek toksik alkohol.


8. Perawatan mata


Asparagus adalah sumber vitamin A yang baik, yang penting untuk penglihatan yang sehat. Karena adanya antioksidan, ini membantu mempertahankan retina dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas oksigen. Kehadiran asam amino glutathione di dalamnya juga membantu dalam mengurangi risiko penyakit mata seperti katarak dan rabun senja.


9. Mengobati Rematik


Rheumatoid arthritis adalah kondisi kronis yang menyebabkan radang sendi. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya folat seperti asparagus, yang juga memiliki sifat anti-inflamasi, dapat membantu meringankan rasa sakit dan mengurangi fungsi keseluruhan yang buruk pada tubuh yang berhubungan dengan arthritis.


10. Kaya akan Rutin


Asparagus juga merupakan sumber rutin yang kaya, flavonoid yang memiliki khasiat antiinflamasi dan digunakan untuk mengobati wasir dan mencegah penggumpalan darah,  meningkatkan permeabilitas kapiler, memperkuat pembuluh darah, dan melindungi agar tidak menjadi rapuh. Rutin juga mencegah pengerasan arteri dengan mengurangi viskositas darah dan membantu mengurangi hipertensi, mengurangi kolesterol, dan menjaga kesehatan kardiovaskular.

11. Mengobati Tuberkulosis


Asparagus racemosus juga dikenal efektif dalam penyembuhan bronkitis dan tuberkulosis. Hal ini untuk memperbaiki fungsi jaringan paru-paru dan membantu mengobati infeksi tenggorokan .


12. Mengobati Penyakit Neurodegeneratif


Studi telah memberikan bukti bahwa asparagus racemosus efektif dalam mengobati penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer, Parkinson, dan Huntington. Efek menguntungkan ini dikaitkan dengan adanya fitoestrogen di dalamnya yang memiliki efek neuroprotektif tertentu. Penyakit neurodegeneratif adalah kondisi genetik atau periodik yang mempengaruhi neuron otak manusia dan tubuh biasanya tidak memiliki kemampuan untuk mengganti neuron yang rusak.


13. Meredakan Depresi


Penelitian ilmiah telah menunjukkan khasiat asparagus racemosus sebagai obat anti kecemasan dan anti-depresi. Ini membantu dalam meningkatkan ingatan, meningkatkan produksi, dan sekresi estrogen, dan memiliki efek merevitalisasi dan menenangkan pada sistem saraf.


14. Menyembuhkan Epilepsi


Epilepsi adalah kelainan kronis yang mempengaruhi otak dan menyebabkan kejang berulang. Otak mentransmisikan sinyal abnormal sebagai akibat perubahan ireversibel pada jaringan otak. Akar asparagus racemosus dapat digunakan sebagai anti-epilepsi untuk menyembuhkan gejalanya.


15. Mengobati Infeksi Saluran Kemih


Studi penelitian menunjukkan bahwa asparagus racemosus memiliki efek anti-urolitik, yang membantu penyembuhan infeksi saluran kemih. Karena sifat diuretik sayuran, mengkonsumsi asparagus meningkatkan frekuensi dan volume buang air kecil. Hal ini membantu mendetoksifikasi dan menyiram limbah beracun dari tubuh. Menurut penelitian, efek anti urolitik dapat dikaitkan dengan adanya antioksidan dan vitamin C dan E. penting.

Hal ini juga diketahui memberi bau aneh dan menyengat pada urine, yang benar-benar normal. Hal ini karena asparagus memecah zat amonia dan belerang menjadi senyawa kimia volatil yang benar-benar membantu tubuh untuk melakukan detoksifikasi.


16. Menjaga Tingkat Kolesterol Darah


Studi telah menunjukkan fakta bahwa kekayaan anti oksidan dalam asparagus memiliki potensi untuk mengatasi stres oksidatif, bersamaan dengan gangguan lainnya seperti hiperlipidemia dan hiperkolesterolemia. Penyakit ini menunjukkan adanya kandungan lemak dan kolesterol tinggi di dalam tubuh, yang selanjutnya bisa menjadi ancaman utama bagi kondisi fatal seperti penyakit kardiovaskular dan aterosklerosis.


17. Melawan PMS

Ekstrak asparagus dapat digunakan secara efektif untuk mengurangi kembung sebelum menstruasi, membantu mengatasi depresi dan kelelahan, sekaligus mengurangi kram menstruasi. Ini juga membantu dalam mengendalikan kehilangan darah dan menjaga keseimbangan hormon selama menstruasi.

Penggunaan Kuliner Asparagus


Asparagus memiliki rasa lembut dan bisa dimakan mentah atau dipanggang. Ini bisa ditambahkan sebagai ramuan untuk acar, resep salad, dan sup. Tunas tanaman ini dinikmati sebagai hidangan pembuka dan disiapkan dengan cara yang berbeda beda di seluruh dunia.


Efek Samping Asparagus


Asparagus juga disebut ramuan Rasayana di Ayurveda dan menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang sangat besar namun asparagus juga mempunyai efek samping diantaranya :

Gas: Asparagus mengandung karbohidrat yang dikenal sebagai raffinose. Untuk mencerna gula kompleks ini, tubuh manusia perlu mengfermentasinya. Selama proses penguraian karbohidrat ini, gas sering diproduksi dan kemudian dilepaskan dari tubuh.

Kehamilan dan Laktasi: Asparagus mengubah keseimbangan hormon dan telah digunakan secara tradisional untuk pengendalian kelahiran. Selama kehamilan dan menyusui, biasanya dianggap aman untuk mengkonsumsi asparagus dalam jumlah normal, namun tidak memilih dosis obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Reaksi Alergi: Asparagus dapat menyebabkan alergi pada orang-orang yang rentan terhadap reaksi alergi terhadap bawang bombay, daun bawang, dan keluarga lili lainnya.

Batu Ginjal: Asparagus mengandung purin. Purin bisa menciptakan asam urat yang bisa menumpuk akibat kandungan purin tinggi di tubuh. Ini tidak menguntungkan bagi orang-orang yang menderita komplikasi terkait asam urat seperti batu gout atau batu ginjal. Dianjurkan untuk menghindari atau membatasi asupan makanan padat purin seperti asparagus untuk pasien dengan kondisi tersebut.

Asparagus meremajakan dan bertindak sebagai tonik untuk saraf. Hal ini juga berguna dalam kondisi seperti jerawat, sakit kuning, schistosomiasis, dan kusta. Ini memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu dalam meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Sertakan makanan ini dalam makanan Anda dan nikmati manfaatnya!
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Disclaimer : Silahkan berkomentar dibawah dengan bijak. Komentar dengan meletakkan link aktif atau keyword p*rn* akan dihapus