Manfaat Khasiat Tanaman Gandarusa Untuk Mengobati Bisul patah Tulang Memar Keseleo Rematik, Mencegah perkembangan Virus HIV

Manfaat Khasiat Tanaman Gandarusa Untuk Mengobati Bisul patah Tulang Memar Keseleo Rematik, Mencegah perkembangan Virus HIV

RIAISY BIT | Gandarusa ( Justisia Gendarusa Burm, f.) adalah tanaman yang memiliki bentuk seperti semak-semak yang ditanam ataupun tumbuh liar dihutan. Tanaman ini juga sering digunakan oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai obat tradisional, ciri dari tanaman ini memiliki percabangan yang banyak dimulai dari dekat tangkal batang, warna dari cabang-cabang yang muda biasanya berwarna ungu gelap dan akan berwana cokelat bila sudah tua. Gandarusa banyak tersebar di Indonesia. Tanaman ini merupakan famili dari tumbuhan Acanthaceae serta memiliki nama latin Gendarussa vulgaris Nees. Nama gandarusa disetiap daerah berbeda beda seperti di Sunda (Handarusa), Jawa (Tetean, Trus atau Gandarusa), Aceh (Besi-besi), Bima (Gandarisa), Ternate (Puli). Gandarusa memiliki sifat netral, rasanya pedas dan sedikit asam, anti reumatik dan dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Kandungan zat kimia dalam daun gandarusa antara lain kalium, minyak atsiri, justicin dan alkaloid (agak beracun). Gandarusa sudah banyak dimanfaatkan bagi kesehatan. Hal itu sudah teruji dan dibuktikan. Jika kita bisa dan tahu cara memanfaatkannya maka kita pun bisa menjadikan tanaman ini sebagai tanaman herbal alami. 


Gandarusa memiliki rasa pedas sedikit asam dan berwsifat netral.Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam gandarusa, di antaranya justicin, minyak asiri, kalium, dan alkaloid yang sedikit beracun. Efek farmakologis gandarusa di antaranya memperlancar peredaran darah dan anti-rematik.


Daun gandarusa, baik segar maupun kering, dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut :

Mengobati Bisul dan Patah Tulang.


Cuci bersih 50 helai daun gandarusa segar atau 30 helai daun gandarusa kering lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 seloki arak dan 2 sendok makan cuka, aduk sehingga menjadi adonan kental. Balurkan adonan dibagian bisul atau tulang yang patah. Lakukan 2 kali sehari dengan cara yang sama.

Mengobati Memar dan Keseleo.


Cuci bersih 30gr daun gandarusa segar atau 15gr daun kering lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing setengah gelas.

Mengobati Rematik.


Cuci bersih 40gr daun gandarusa segar atau 20gr daun kering lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing setengah gelas.

Gandarusa untuk pengobatan HIV AIDS


Penelitian terbaru mengungkap bahwa tanaman gandarusa (Justicia gendarussa) yang akrab dengan masyarakat Indonesia menghambat pertumbuhan virus HIV AIDS.

Ilmuwan Universitas Illinois di Chicago, Hong Kong Baptist University di Kowloon Tong, dan Akademi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam di Hanoi melakukan bioassay dan tes.

Dari bioassay, ilmuwan menemukan adanya anti-HIV arylnaphthalene lignan glycoside dalam tanaman gandarusa, patentiflorin A.

Tim peneliti lantas melakukan dua tes yang disebut M Tropik dan T Tropik, tujuannya untuk mengetahui kemampuan penghambatan patentiflorin A.M-Tropik mengacu kepada kemampuan virus HIV untuk menyerang makrofag, sementara T-tropik mengacu pada kemampuannya untuk menyerang sel T. "Patentiflorin A mampu menghambat enzim reverse transcriptase lebih efektif daripada AZT, baik pada tahap awal infeksi HIV saat virus menyerang makrofag, maupun saat menyerang sel-T," kata Lijun Rong dari University of Illinois yang melakukan riset. Dari penelitian itu, Rong mengatakan bahwa patentiflorin A bisa menjadi alternatif baru pengobatan HIV. "Patentiflorin A sebagai agen anti HIV bisa ditambahkan dalam rangkaian obat HIV saat ini untuk menghambat virus ataupun mencegah infeksi HIV," kata Rong seperti dikutip Medical News Today, Juni lalu. Rong dan tim juga telah berhasil mensintesis Patentiflorin A sehingga tak diperlukan pembuatan kebun untuk menanam gandarusa hanya untuk memanen senyawanya. Penelitian ini telah diterbitkan di Journal of Natural Products

Kontra indikasi : wanita hamil dilarang minum ramuan gandarusa

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Disclaimer : Silahkan berkomentar dibawah dengan bijak. Komentar dengan meletakkan link aktif atau keyword p*rn* akan dihapus